Tanjungpinang

SMKN 4 Tanjungpinang Kembangkan Hybrid Broadcasting, Integrasikan Televisi dan Platform Digital

Studio Broadcasting SMKN 4 Tanjungpinang

Tanjungpinang (GMTV) – SMKN 4 Tanjungpinang terus berinovasi dalam dunia pendidikan vokasi melalui penerapan konsep Hybrid Broadcasting, yakni sistem penyiaran yang mengintegrasikan siaran televisi dengan berbagai platform digital secara simultan dan saling terhubung.

Inovasi ini menjadi jawaban atas pesatnya perkembangan teknologi digital yang telah mengubah pola konsumsi media masyarakat. Saat ini, audiens tidak lagi bergantung pada televisi konvensional, melainkan juga aktif mengakses konten melalui platform digital seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan TikTok.

Melalui pendekatan Hybrid Broadcasting, konten siaran tidak hanya disampaikan secara satu arah, tetapi juga membuka ruang interaksi dua arah antara penyiar dan audiens secara real-time. Hal ini memungkinkan keterlibatan penonton yang lebih aktif serta pengalaman konsumsi media yang lebih dinamis.

Penerapan sistem penyiaran modern ini dikembangkan oleh Program Keahlian Produksi dan Program Siaran Televisi (PSPT) di SMKN 4 Tanjungpinang. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh guru produktif bidang produksi dan program siaran televisi, yang mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik nyata di lapangan serta keterlibatan masyarakat, pada Senin (4/5/2026).

Lia Safitri salah satu guru PSPT SMKN 4 Tanjungpinang mengungkapkan bahwa gagasan ini lahir dari sejumlah tantangan yang dihadapi dunia penyiaran saat ini, seperti menurunnya minat generasi muda terhadap siaran televisi konvensional, perubahan perilaku audiens yang semakin digital dan interaktif, serta kebutuhan efisiensi dalam distribusi konten media.

“Hybrid Broadcasting menjadi solusi untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus membuka peluang memperluas jangkauan siaran melalui platform digital,” ujarnya.

Kepala SMKN 4 Tanjungpinang Yayuk Srimulyani Rahayu turut mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Program Keahlian PSPT. Ia berharap pengembangan ini dapat memberikan manfaat luas, baik bagi dunia penyiaran maupun dunia pendidikan.

“Ke depan, inovasi ini diharapkan mampu memperkuat citra lembaga sebagai institusi yang modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Dari sisi manfaat, penerapan Hybrid Broadcasting dinilai mampu memberikan dampak positif di berbagai sektor. Bagi lembaga penyiaran, sistem ini dapat memperluas jangkauan siaran sekaligus meningkatkan citra sebagai media yang inovatif. Bagi audiens, pengalaman menonton menjadi lebih interaktif dengan akses konten yang fleksibel, kapan saja dan di mana saja.

Sementara itu, dalam konteks pendidikan, penerapan ini menjadi media praktik nyata bagi peserta didik untuk memahami dunia broadcasting modern. Selain itu, inovasi ini juga berperan dalam meningkatkan kompetensi digital siswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tuntutan industri kreatif dan penyiaran di era digital.

Dengan langkah ini, SMKN 4 Tanjungpinang menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi pelopor inovasi di bidang penyiaran berbasis teknologi digital.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *