Lis Darmansyah Dorong Kepala Sekolah Responsif dan Berintegritas, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

Kota Tanjungpinang — Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., mengingatkan seluruh kepala sekolah agar menjalankan kepemimpinan yang tanggap, disiplin, dan menjunjung tinggi integritas. Selain meningkatkan mutu pembelajaran, kepala sekolah juga diminta memprioritaskan keselamatan peserta didik serta menerapkan pengelolaan sekolah yang transparan dan bertanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan Lis ketika memimpin rapat koordinasi bersama kepala sekolah se-Kota Tanjungpinang, didampingi Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Jumat (16/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Lis menegaskan bahwa kepala sekolah harus sigap menghadapi berbagai persoalan di lingkungan pendidikan. Masalah yang melibatkan peserta didik maupun tenaga pendidik perlu segera ditangani melalui langkah yang terukur, dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan pimpinan daerah apabila diperlukan.
“Setiap permasalahan harus ditangani secara cepat agar tidak berkembang lebih luas. Langkah pertama adalah menghentikan agar masalah tidak semakin besar, kemudian lakukan koordinasi untuk mencari solusi dan menentukan langkah penyelesaian yang tepat,” tegas Lis.
Ia menjelaskan, kemampuan mengenali persoalan sejak awal dan menentukan keputusan yang tepat merupakan bagian dari tanggung jawab kepala sekolah. Karena itu, pemimpin satuan pendidikan harus membangun komunikasi yang efektif, bertindak sesuai kewenangan, serta memastikan keputusan yang diambil mengutamakan kepentingan peserta didik.
Lis turut menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan dan keselamatan siswa, terutama dalam menghadapi kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap. Ia meminta kepala sekolah mengikuti petunjuk instansi berwenang terkait kegiatan belajar mengajar dan menjaga agar lingkungan sekolah tetap aman serta nyaman.
“Perlindungan peserta didik merupakan bagian penting dari tanggung jawab satuan pendidikan. Kepala sekolah harus mengutamakan pencegahan dan memastikan setiap kebijakan yang diambil berorientasi pada kepentingan terbaik anak,” ujarnya.
Selain perlindungan siswa, perhatian juga diarahkan pada kedisiplinan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Penguatan pendidikan karakter, ketertiban administrasi, serta pengelolaan keuangan yang baik dinilai harus sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan.
Lis berharap kepala sekolah dapat menunjukkan kepemimpinan yang tegas, adil, bijaksana, dan terbuka. Keteladanan dalam keseharian juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat sekaligus membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, kreatif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Mari kita bekerja dengan hati, memimpin dengan keteladanan, dan mengelola sekolah dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan transformasi pendidikan dan masa depan Kota Tanjungpinang yang lebih baik,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengajak kepala sekolah dan guru mengevaluasi diri, baik dari segi sikap maupun perilaku, agar mampu menjadi panutan bagi peserta didik.
Menurut Ariza, tugas kepala sekolah tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan operasional lembaga pendidikan. Mereka juga harus menjalankan fungsi sebagai pemimpin, pengelola, inovator, motivator, sekaligus pihak yang mampu mencari solusi atas berbagai persoalan.
“Bercerminlah pada diri sendiri. Bukan hanya penampilan yang perlu diperhatikan, tetapi juga hati, sikap, dan perilaku agar kita menjadi teladan bagi anak-anak,” ungkapnya.
Ariza menambahkan, perkembangan teknologi dan perubahan zaman mengharuskan sekolah terus beradaptasi dalam menerapkan metode pendidikan yang efektif dan humanis. Pengelolaan pendidikan juga perlu mempertimbangkan kebutuhan siswa, kondisi lingkungan sosial, serta mempererat kerja sama dengan orang tua dan masyarakat.
Ia menekankan bahwa pendidik perlu memahami karakter peserta didik secara menyeluruh. Perhatian tidak cukup hanya diberikan pada perilaku yang terlihat, tetapi juga perlu mencakup kondisi emosional dan kebutuhan setiap anak. Dengan pendekatan yang penuh empati, proses pembelajaran dan pendampingan diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
“Jangan hanya memandang anak didik dengan mata, tetapi juga dengan hati dan perasaan, agar kita mampu memberikan pendampingan dan pendidikan sesuai kebutuhan mereka,” pesannya.
Rapat koordinasi tersebut kemudian dilanjutkan melalui diskusi bersama para kepala sekolah untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam penyelenggaraan pendidikan. Pembahasan mencakup penguatan kepemimpinan sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, serta penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap seluruh satuan pendidikan dapat memperkuat koordinasi, merespons persoalan dengan cepat, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menghadirkan lingkungan belajar yang aman serta mendukung perkembangan peserta didik.
Sumber: Pemko Tanjungpinang
