DPRD Kepri dan GEBER Sepakati Langkah Konkret Revitalisasi Pelabuhan Pelantar Kuning Penyengat

Tanjungpinang, 6 Januari 2025 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau bersama Gerakan Bersama (GEBER) Penyelamatan Pelabuhan Pelantar Kuning Penyengat resmi menyepakati langkah strategis untuk merevitalisasi Pelabuhan Pelantar Kuning. Dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Utama DPRD, perhatian difokuskan pada urgensi pelabuhan ini sebagai jalur utama menuju Pulau Penyengat yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan ekonomi.
Ketua DPRD Kepri, Iman Setiawan, menegaskan komitmen lembaganya dalam menyelamatkan pelabuhan tersebut. “Pelabuhan Pelantar Kuning adalah urat nadi masyarakat sekaligus simbol budaya Kepulauan Riau. Kelalaian kita dalam menjaga infrastruktur ini akan mengikis identitas kita sebagai daerah maritim yang kaya warisan sejarah,” tegasnya dengan nada penuh optimisme.
Senada dengan itu, Edy Cindai, perwakilan GEBER, menekankan pentingnya kerjasama erat antara pemerintah dan masyarakat. “Pelabuhan ini lebih dari sekadar fasilitas, ia adalah cerminan warisan budaya kita dan pintu utama menuju Pulau Penyengat. Revitalisasi bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal menjaga semangat tradisi dan mendukung aktivitas ekonomi serta pariwisata,” paparnya.
Beberapa langkah strategis yang disepakati dalam rapat meliputi:
- Penyusunan studi teknis mendalam untuk memastikan perbaikan infrastruktur dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
- Pemanfaatan APBD dan sumber pendanaan alternatif untuk mengoptimalkan anggaran revitalisasi.
- Pelibatan aktif masyarakat dalam pengawasan serta pelaksanaan proyek, guna menjaga transparansi dan efektivitas.
- Penetapan target waktu penyelesaian agar pelabuhan dapat segera kembali berfungsi secara optimal.
Rapat berjalan dalam suasana kondusif, mencerminkan semangat kolaborasi antara DPRD, pemerintah, dan masyarakat. Semua pihak sepakat untuk menjadikan revitalisasi ini sebagai prioritas bersama demi menjaga keberlanjutan fungsi strategis pelabuhan tersebut.
“Ini bukan hanya soal membangun ulang infrastruktur, tetapi juga soal melestarikan identitas budaya Pulau Penyengat sebagai kebanggaan kita semua,” ujar Iman Setiawan, menutup rapat dengan penuh keyakinan.
Komitmen yang terjalin ini diharapkan dapat mengembalikan Pelabuhan Pelantar Kuning sebagai akses yang aman dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan. Revitalisasi ini juga diharapkan menjadi simbol keberhasilan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan elemen budaya dalam menjaga aset berharga milik bersama.
Hadir dalam rapat tersebut Ketua DPRD Kepri, Ketua Komisi III DPRD Kepri, Sekretaris DPRD Kepri, Kepala Dinas Perhubungan Kepri, jajaran Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Dinas BUMD Kepri, perwakilan penambang pompong, organisasi masyarakat, dan media lokal.(red)
