Belum Dibongkar, Gapura Bazar di Gurindam 12 Makan Korban Jiwa

TANJUNGPINANG, Kepri (GMTV) – Insiden kecelakaan kerja yang merenggut korban jiwa terjadi di kawasan Taman Gurindam 12, Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Senin (9/3/2026). Seorang petugas kebersihan bernama Wendri Mardi (47) meninggal dunia saat menjalankan tugas mengangkut sampah di kawasan tersebut.(11/3/2026)
Peristiwa itu terjadi saat korban berada di atas lori atau truk pengangkut sampah. Saat itu lori tidak melaju dengan kecepatan tinggi, melainkan bergerak perlahan menuju titik pengambilan sampah berikutnya.
Korban diketahui sedang merapikan tumpukan sampah di atas lori agar tersusun rapi dan tidak berserakan saat kendaraan bergerak. Aktivitas tersebut memang kerap dilakukan oleh petugas kebersihan ketika lori berpindah dari satu titik sampah ke titik lainnya.
Namun nahas, ketika lori melintas di kawasan Gurindam 12, korban diduga tidak menyadari adanya gapura Bazar Ramadhan 2026 yang masih berdiri meski kegiatan bazar telah selesai.
Saat kendaraan melintas di bawah gapura tersebut, kepala korban diduga terbentur keras sehingga membuat tubuhnya terpental dari atas lori.
Seorang warga bernama Jeny yang berada di sekitar lokasi mengatakan korban sempat mendapat pertolongan dari tukang maksim serta sejumlah warga dan pedagang di sekitar tempat kejadian.
“Waktu itu kondisinya sudah sangat kritis. Warga langsung membantu mengevakuasi korban,” ujarnya.
Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa penanganan terhadap korban telah dilakukan secara kekeluargaan bersama pihak keluarga. DLH juga membantu mengurus berbagai kebutuhan mulai dari biaya penanganan, santunan, pengurusan surat kematian hingga proses pemakaman korban.
“Semua biaya sudah kami tangani, termasuk santunan, surat kematian, serta pengurusan BPJS,” ujar pihak DLH.
Di sisi lain, sejumlah pengunjung menyayangkan masih berdirinya gapura bazar di kawasan tersebut. Menurut keterangan seorang warga berinisial H, gapura tersebut sebelumnya pernah diminta untuk dibongkar melalui penyampaian aspirasi kepada pihak terkait.
Namun hingga berita ini diterbitkan, gapura tersebut masih terlihat kokoh berdiri di lokasi meskipun telah menelan korban jiwa. Warga pun berharap pihak terkait segera mengambil langkah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kematian seorang pekerja yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik tersebut kemudian memunculkan perdebatan serius mengenai aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan bazar di kawasan itu. Terlebih lagi, kegiatan Bazar Ramadhan 2026 diketahui memperoleh izin dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau melalui surat izin bernomor B/100.3.12.10/68/DISPAR/2026.
Sejumlah pihak menilai aspek keselamatan dan pengamanan fasilitas dalam kegiatan publik seharusnya menjadi perhatian utama, termasuk memastikan seluruh instalasi kegiatan dibongkar atau diamankan setelah acara selesai agar tidak membahayakan masyarakat maupun petugas yang bekerja di kawasan tersebut.(Ridwan)
