HUT ke-25 Kota Otonom, Lis Tekankan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Kota Tanjungpinang – Memasuki usia 25 tahun sebagai kota otonom, Kota Tanjungpinang diharapkan terus berkembang melalui pembangunan yang merata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., mengajak seluruh elemen untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kolaborasi, serta menghadirkan karya nyata bagi kemajuan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Lis dalam pidato pada Sidang Paripurna DPRD Kota Tanjungpinang untuk memperingati Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Tanjungpinang, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Lis, peringatan seperempat abad otonomi daerah bukan hanya menjadi ajang mengenang perjalanan pemerintahan, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi hasil pembangunan dan memperkuat tekad dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Dua puluh lima tahun bukan sekadar hitungan usia. Di dalamnya ada perjuangan, pengorbanan, harapan, dan amanah yang harus kita lanjutkan. Mari kita jadikan momentum ini untuk mengenang jasa pendahulu, menilai perjalanan dengan jujur, serta meneguhkan langkah untuk masa depan Tanjungpinang,” ucapnya.
Lis menjelaskan, status Tanjungpinang sebagai kota otonom ditetapkan pada 17 Oktober 2001 melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2001. Sejak saat itu, perjalanan pembangunan daerah menjadi tanggung jawab bersama yang perlu terus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan otonomi tidak semata-mata dilihat dari pembangunan infrastruktur, jumlah program, maupun besarnya anggaran yang digunakan. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat memperoleh manfaat, mulai dari pelayanan publik yang semakin mudah, pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, kesempatan kerja yang lebih luas, hingga pembangunan yang menjangkau seluruh wilayah secara adil.
“Otonomi bukan tujuan akhir, melainkan amanah untuk mewujudkan kesejahteraan. Ukuran keberhasilan kita adalah sejauh mana masyarakat merasakan pelayanan yang semakin baik, kesempatan yang semakin terbuka, dan pembangunan yang semakin adil,” tegasnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Lis menilai kerja sama antarpemangku kepentingan harus terus diperkuat. Pemerintah Kota bersama DPRD perlu menjaga kemitraan dalam menentukan arah pembangunan, sedangkan dunia usaha diharapkan berkontribusi melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan daerah, baik melalui kepedulian terhadap lingkungan, pengembangan usaha, maupun penyampaian kritik dan saran yang konstruktif.
Lis turut mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak menjadikan penyelesaian administrasi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan kerja. Setiap program harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, didukung data yang akurat, serta disertai perencanaan dan evaluasi yang jelas. Peningkatan mutu pelayanan publik dan percepatan transformasi digital juga perlu terus dilakukan.
“Setiap perangkat daerah harus bekerja berbasis data, memiliki perencanaan yang jelas, dan melakukan evaluasi secara terukur. Kekurangan tidak dijawab dengan kata-kata indah, melainkan dengan kerja nyata,” sebutnya.
Selain pembangunan dan pelayanan publik, persiapan generasi muda turut menjadi perhatian Lis. Ia menilai anak muda perlu mendapatkan akses pendidikan yang bermutu, lingkungan sehat, peluang kerja yang layak, serta pelayanan publik yang mudah dijangkau.
Pada saat yang sama, penguatan karakter, keterampilan, literasi digital, dan jiwa kewirausahaan perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap sejarah serta budaya Melayu. Bekal tersebut diharapkan membuat generasi muda mampu bersaing di tengah perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas daerah.
“Generasi muda adalah penerus pembangunan Tanjungpinang yang harus kita persiapkan melalui pendidikan berkualitas, peningkatan keterampilan, literasi digital, dan kewirausahaan, tanpa melupakan jati diri budaya Melayu. Kita ingin generasi muda mampu bersaing, menguasai teknologi, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Mengakhiri pidatonya, Lis menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini memberikan dukungan, kepercayaan, doa, kritik, serta berpartisipasi dalam pembangunan Kota Tanjungpinang.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan 25 tahun kota otonom sebagai kesempatan untuk memperbarui semangat pengabdian, mempererat kebersamaan, dan memperkuat kerja sama demi mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata.
“Mari kita berbenah bersama, berkarya nyata, dan melangkah menuju kesejahteraan yang lebih merata. Kita rawat marwah Melayu, teguhkan nilai-nilai Islam, hormati seluruh agama dan budaya, serta pelihara persaudaraan sebagai sesama warga bangsa,” tutupnya. Sumber:Pemko Tanjungpinang
