Permintaan Tinggi, Pemko Tanjungpinang Tambah Pasokan Ayam Murah

Kota Tanjungpinang – Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ayam potong dengan harga terjangkau membuat Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama Asosiasi Peternak Unggas Bintan (APUB) menambah pasokan dalam pelaksanaan operasi pasar murah.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Tengku Mandak, Bintan Centre, Kilometer 9, Tanjungpinang, Minggu (27/9/2026), sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga ayam potong di pasaran.
Melalui operasi pasar tersebut, ayam potong dijual seharga Rp35 ribu per kilogram. Harga itu lebih rendah sekitar Rp7 ribu dibandingkan harga di pasar yang berada di kisaran Rp42 ribu hingga Rp43 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany, mengatakan perbedaan harga tersebut cukup membantu masyarakat.
“Selisih harga dengan pasar itu lumayan sekitar Rp7 ribu, di pasar harganya sekitar Rp42 ribu sampai Rp43 ribu,” ujar Riany.
Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan karena kenaikan harga ayam potong mulai memberikan dampak kepada masyarakat. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh pelaku usaha yang menjadikan ayam sebagai salah satu bahan baku produknya.
“Ini sangat berpengaruh kepada masyarakat dan pelaku usaha yang komoditas produknya itu dari ayam potong,” ucapnya.
Sejak sebelum kegiatan dimulai, masyarakat terlihat antusias dan telah memadati lokasi untuk mendapatkan ayam dengan harga yang lebih murah.
Pada hari pertama, Pemko bersama APUB menyediakan 500 kilogram ayam potong. Stok tersebut ternyata tidak bertahan lama karena seluruhnya telah terjual sekitar pukul 08.30 WIB, sementara kegiatan semula dijadwalkan berlangsung hingga pukul 11.30 WIB.
Masih adanya warga yang datang setelah persediaan habis menjadi gambaran tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ayam potong dengan harga terjangkau.
Melihat kondisi tersebut, Pemko Tanjungpinang dan APUB sepakat meningkatkan pasokan untuk pelaksanaan operasi pasar murah berikutnya yang berlangsung selama dua hari, yakni Senin-Selasa (28-29/9/2026).
Riany mengatakan tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapatkan ayam potong dengan harga yang lebih terjangkau.
Wakil Ketua APUB, James, menjelaskan bahwa pihaknya memang menyediakan sekitar 500 kilogram ayam potong pada pelaksanaan perdana. Jumlah tersebut langsung terserap karena tingginya permintaan warga.
“Untuk hari ini sekitar 500 kg, setengah ton lebih, untuk ayam sendiri, masa panennya lebih kurang 30 sampai 35 hari,” ujar James.
Dengan masih adanya masyarakat yang belum mendapatkan ayam potong, APUB berharap kegiatan operasi pasar murah dapat dilanjutkan selama dua hari berikutnya dengan dukungan pasokan yang mencukupi.
Salah seorang warga Batu 7, Liza, turut merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Ia mengatakan perbedaan harga yang ditawarkan dalam operasi pasar cukup terasa dibandingkan harga ayam di pasar.
“Pasar Rp41 ribu sampai Rp42 ribu, ini Rp35 ribu, jadi jauh lebih murah,” ujar Liza.
Ia berharap operasi pasar murah tidak hanya berlangsung satu hari dan dapat terus digelar dalam beberapa hari ke depan. Informasi mengenai kegiatan tersebut, kata Liza, diperolehnya dari pesan WhatsApp yang beredar di lingkungan tempat tinggalnya.
“Sangat terbantu sekali, katanya besok masih ada lagi, syukur kali loh,” katanya. Sumber: Pemko TanjungPinang
