Pemprov Kepri Perkuat Pembangunan Kesehatan untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri dalam memperkuat pembangunan di bidang kesehatan sebagai salah satu langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya yang menjadi perhatian adalah mempercepat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Ansar menjelaskan, kesehatan merupakan salah satu urusan wajib yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Atas dasar itu, Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran sektor kesehatan lebih dari 12 persen pada tahun ini, atau telah melampaui batas minimal yang ditetapkan.
“Kesehatan ini penting karena derajat kesehatan menjadi salah satu indikator indeks pembangunan manusia. Maka semua masyarakat di Kepri harus sehat,” ujar Ansar saat menghadiri kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026).
Ia menyampaikan, evaluasi terhadap berbagai program prioritas pemerintah pusat terus dilakukan oleh Pemprov Kepri, termasuk dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis.
Menurut Ansar, capaian pelaksanaan CKG di Provinsi Kepri masih membutuhkan peningkatan. Untuk itu, ia meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama jajaran dinas kesehatan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi. Kondisi geografis Kepri sebagai daerah kepulauan, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan yang menghambat percepatan program.
“Kami tidak mau menyampaikan persoalan klasik karena geografi. Saya hanya perlu komitmen teman-teman bupati dan wali kota bersama dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk menyukseskan program ini,” katanya.
Ansar juga menekankan agar pembangunan sektor kesehatan tidak hanya diarahkan pada aspek pengobatan. Menurutnya, upaya promotif dan preventif harus semakin diperkuat sebagai bagian dari strategi pembangunan kesehatan.
Selain program penanggulangan TBC dan Cek Kesehatan Gratis, Ansar turut memberikan perhatian terhadap persoalan stunting serta pelaksanaan imunisasi. Ia menegaskan bahwa berbagai indikator kesehatan akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala oleh pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil survei E-PPGBM, angka stunting di Kepri berada di kisaran 3 persen. Sementara berdasarkan survei SSGI, angkanya masih berada sekitar 15 persen. Adanya perbedaan hasil tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah untuk terus melakukan intervensi sekaligus evaluasi terhadap upaya penanganan stunting.
Pencegahan stunting dilakukan melalui sejumlah langkah, di antaranya memperbaiki pola asuh, memberikan tablet tambah darah kepada anak sekolah, serta memperkuat berbagai program kesehatan yang dimulai sejak masa kehamilan.
Perkuat Peran Masyarakat
Ansar menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak akan berhasil apabila hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, PKK, organisasi keagamaan maupun berbagai kelompok masyarakat lainnya diperlukan untuk memperluas penyampaian edukasi kesehatan hingga ke tingkat paling bawah.
“Program promotif dan program antisipasi harus kita perbesar supaya masyarakat tahu. Kita harus bekerja sama dengan PKK, ormas, partai politik, majelis ulama dan siapa saja. Yang penting semua menyuarakan bahwa kesehatan itu penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia turut meminta para kader posyandu untuk berperan sebagai salah satu ujung tombak dalam mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Ansar berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mendorong peningkatan layanan kesehatan di Provinsi Kepri. Ia juga berharap Kepri dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan berbagai program kesehatan nasional.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga harus ikut mempromosikan program ini. Mari bergerak cepat bersama, mengajak masyarakat menjaga kesehatan, melakukan pencegahan dan memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis secara masif,” kata Ansar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ibu Linda Benyamin Paulus, Plt. Direktur Penyakit Menular yang juga Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dr. Sumarjaya, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Ketua TP-PKK Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Ketua BKOW Kepri Hj. Neni Dwiyanna Nyanyang Haris Pratamura, unsur Forkopimda, para bupati/wali kota se-Kepri, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, pimpinan rumah sakit, Kepala Dinas Kesehatan, para camat dan lurah, serta kader Posyandu. (zah)
Sumber Diskominfo Kepri
